METODE PENGUJIAN PRODUK DALAM PRODUK KREATIF & KEWIRAUSAHAAN
BAB VII
PENGUJIAN PRODUK
METODE PENGUJIAN PRODUK (MAPEL PRODUK KREATIF & KEWIRAUSAHAAN)
Metode Pengujian Produk merupakan pembahasan terakhir yang ada dalam materi BAB VII (Pengujian Produk).
Masih mengenai Pengujian produk yang materinya cukup panjang ya.........
Mudah-mudahan dengan adanya artikel-artikel ini memudahkan siapa saja dalam belajar mengenai Produk Kreatif dan Kewirausahaan.
Tahukah Kalian kenapa produk baru bisa gagal atau tidak diterima konsumen .....?
Untuk mendapatkan sebuah ide baru dalam pembuatan produk adalah hal yang sulit didapatkan, apalagi kalau kita mempunyai ide produk berbeda dari yang lain serta mampu menembus pasar hingga internasional.
Ide produk yang sudah ada, diolah secara matang dengan observasi dan riset pasar, kemudian dibuatkan gambar kerja serta prototypenya. Namun hal ini tidak cukup untuk mengetahui apakah produk kita benar-benar diterima masyarakat atau tidak.
Berarti hal apalagikah yang harus dilakukan ?
Jawabannya yaitu . . . . . . . . PENGUJIAN PRODUK.
Kenapa hal ini dilakukan...? Alasannya adalah yang terpenting untuk meminimalisir kegagalan dan risiko usaha yang akan dihadapi di masa mendatang.
1) Metode dalam melakukan pengujian sebuah produk, yaitu :
- Meminta Konsumen untuk mempergunakan sebuah produk dalam jangka waktu tertentu yang telah ditentukan, kemudian lakukanlah evaluasi dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan mengenai produk tersebut beserta kepuasan konsumennya.
- Melaksanakan “Blind Test” . Dengan cara konsumen diberikan beberapa produk dengan merek yang berbeda tanpa sepengatahuan konsumen tersebut. Kenapa hal ini dilakukan ? karena untuk mengetahui pendapat dari sudut pandang pelanggan secara jujur tanpa merasa terintimidasi oleh kita sebagai produsen produk baru.
- Produk yang unggul dan unik;
- Produk yang berorientasi pasar;
- Produk berorientasi Internasional;
- Melaksanakan tahap pra-pengembangan;
- Memiliki konsep produk yang jelas, tajam, dan mendahului pesaing;
- Peluncuran produk yang terencana secara terkonsep;
- Struktur Organisasi proyek pengembangan yang kompeten;
- Dukungan dari para pemegang kuasa;
- Memilih pasar yang menarik;
- Fokus pada prooyek yang unggul;
- Pelaksanaan proyek dipegang oleh seseorang yang kompeten dibidangnya;
- Sumberdaya yang memadai;
- Kecepatan pengembangan produk baru;
- Penerapan Kedisiplinan;
- Kapabilitas Perusahaan.
- Risiko R&D. Risiko dimana produk yang sudah dikembangkan ditolak atau tidak disetujui oleh pihak yang berwenang. Biasanya risiko ini banyak dihadapi oleh perusahaan farmasi (yang membuat obat-obatan), dan perusahaan makanan/minuman.
- Risiko Pemasaran. Risiko pemasaran adalah risiko yang dihadapi saat produk telah diproduksi dan gagal dipasaran. Mengapa hal ini terjadi ? dikarenakan kurangnya pemahaman perusahaan terhadap produk apa yang sebenarnya diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen.
4) Minimalisasi Risiko Kegagalan Produk
Ternyata produk yang dilakukan pengujian produk saja, masih ada kemungkinan risiko apakah itu gagal dipasaran atau gagal secara persetujuan.
Kemudian bagaimana cara meminimalisasi risiko dari kegagalan produk baru ?
Yaitu dengan cara Riset Pasar. Perusahaan dalam memproduksi produk baru bukan hanya harus bisa memandang dari persfektif pengusaha, persfektif wirausaha, persfektif investor, bahkan yang terpenting mampu menelaah dari persfektif konsumen.
Langkah-langkah dalam meminimalisasi risiko kegagalan produk, sebagai berikut :
- Market Understanding (Pemahaman Pasar)
- Pendekatan Category Asessment Research
- Segmentasi Pasar
Sekian dan Terimakasih.
Referensi : Buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kelas XI
Baca Lagi y materi terakhir BAB VII
Komentar
Posting Komentar